Pemberdayaan Perempuan Indonesia: Tugas Utama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Menegpp)

Kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia memiliki kedudukan, tugas, dan fungsi khusus. Secara garis besar, kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memiliki tugas untuk menyelenggarakan segal bentuk urusan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dengan adanya kementrian ini, diharapkan Presiden bisa lebih baik lagi dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Salah satu fungsi kementrian ini adalah untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dengan adanya kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, diharapkan para perempuan sudah terpenuhi hak-haknya. Namun, apakah semua hak perempuan sudah dapat dipenuhi dengan baik? Bagaimana dengan angka kekerasan terhadap perempuan?
Di salah satu kota besar di Pulau Jawa, yaitu Yogyakarta, angka kekerasan dalam rumah tangga sebagian besar dialami oleh perempuan. Persentasenya pun sangat mengejutkan, yakni sebesar 87% perempuan yang mengalami kasus kekerasan dalam rumah tangga. Dari tahun 2010 hingga tahun 20122, jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak meningkat dari 1.305 kasus hingga 1.666 kasus. Hal ini membuat tugas Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak semakin berat. Sosialisasi dan pemahaman tentang kasus kekerasan perlu lebih ditekankan lagi. Jika kita melihat data jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di tahun 2012, kita akan lebih tercengang lagi. Di sepanjang tahun 2012 saja, sudah ada 216.156 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia. Kekerasan terhadap perempuan ini masih didominasi dengan kekerasan di ranah personal. Tingginya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan ini mendorong Komnas Perempuan untuk terus melakukan pemantauan.
Program-progam terkait dengan pemberdayaan perempuan harus lebih ditingkatkan lagi. Beberapa program yang bisa dilaksanakan antara lain seminar, pelatihan, dan diskusi rutin. Mengapa program-program tersebut perlu dilaksanakan? Dengan menyelanggarakan acara seminar, diharapkan perempuan Indonesia lebih paham tentang isu-isu terkini serta hak-hak mereka. Beberapa isu yang bisa dijadikan topik seminar, antara lain keadilan bagi perempuan, cara mengatasi dan melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan, serta cara-cara untuk bisa membentuk kemandirian yang lebih matang pada perempuan. Program pelatihan yang bisa diberikan, antara lain pelatihan gender dasar, pelatihan analisa sosial, dan pelatihan kepemimpinan. Perempuan bukan lagi sekadar konco wingking yang posisinya lebih rendah daripada laki-laki. Perempuan yang cerdas, pintar, aktif, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi bisa membuat perubahan yang besar di masyarakat.
Salah satu penyebab adanya bias gender di Indonesia adalah karena belum ada kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tampaknya harus bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan tujuan-tujuannya. Setidaknya ada lima tujuan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pertama, untuk mewujudkan program serta kebijakan pemerintah yang responsif gender. Kedua, untuk memastikan adanya peningkatan serta pemenuhan hak-hak kaum perempuan di Indonesia. Ketiga, untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak. Keempat, untuk menjamin terwujudnya kebijakan pada sistem data yang responsif gender. Kelima, untuk mewujudkan manajemen yang akuntabel. Berangkat dari tujuan-tujuan tersebut, sudah saatnya kaum perempuan Indonesia merdeka dan hidup dengan rasa nyaman di Indonesia.
Ada beragam cara yang bisa ditempuh untuk memberdayakan perempuan. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tampaknya sudah cukup baik dalam melaksanakan program-programnya. Berangkat dari pemahaman bahwa kaum perempuan memiliki fungsi dan peran yang sangat strategus, pemberdayaan kaum perempuan sangat lah penting. Sesungguhnya kita memiliki tanggung jawab sosial dalam menyelesaikan masalah ini. Meningkatnya angka pelacuran yang ada di Indonesia sangat lah disayangkan. Pada tahun 2009 saja, jumlah pelacuran anak di Indonesia sudah mencapai 45.000. Dari tahun ke tahun, angka tersebut semakin meningkat. Lebih parahnya di tahun 2013 ini sudah ada situs prostitusi online di mana perempuan “ditawarkan” secara online. Melalui sistem online tersebut, terdapat daftar yang berisi sejumlah perempuan yang bersedia kencan dengan laki-laki yang mampu membayar dengan jumlah tertentu. Tampaknya Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus bekerja ekstra keras dalam memberdayakan perempuan agar tidak terjerumus ke dunia prostitusi atau perdagangan perempuan.

Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/02/01/mhjsz8-kasus-kekerasan-perempuan-terus-meningkat (diakses pada tanggal 8 Maret 2013)
http://menegpp.go.id/V2/index.php/tentangkami/tugasdanfungsi (diakses pada tanggal 8 Maret 2013)
http://www.vhrmedia.com/new/berita_detail.php?id=1948(diakses pada tanggal 8 Maret 2013)
http://pemberdayaanperempuan.demokrat.or.id/program-kerja/ (diakses pada tanggal 8 Maret 2013)
http://www.ppsw.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=4&Itemid=57 (diakses pada tanggal 8 Maret 2013)
http://news.detik.com/bandung/read/2013/02/05/183039/2162010/486/jumlah-member-situs-prostitusi-online-capai-5-ribu-lebih (diakses pada tanggal 8 Maret 2013)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s